Jika anak melakukan kesalahan, orang tua berhak menghukum anak sesuai dengan kesalahannya yang di lakukan anak tersebut. Untuk itu...
Jika anak melakukan kesalahan, orang tua berhak menghukum anak sesuai dengan kesalahannya yang di lakukan anak tersebut. Untuk itu, islam memberikan beberapa konsep hukuman bagi anak-anak di tinjau dari segi manfaatnya. Pemberian hukuman harus di dasarkan pada konsep yang bukan bertujuan untuk menyakiti, menyiksa, atau balas dendam yang kita lakukan lewat hukuman kita memberikan sesuatu yang baik dan mendidik bgi anak-anak.
Pada hakekatnya, hukuman yang baik adalah hukuman yang di sertai manfaat dan toleransi, kecuali untuk hal-hal yang jelas-jelas syara (itulah sebebnya Allah SWT mengisyaratkan berlakunya hudud dan qishash) berikut ini adalah beberapa hukuman yang secara bertahap di kenakan pda kanak-kanak sesuai dengan tingkat kesalahan dan kondisi anak.
- Pemberian nasihat beserta penjelasan yang dapat di terima anak-anak sehingga mereka segera menyadari kesalahanya, ajri juga anak-anak untuk mau meminta maaf atas kesalahanya , mohon ampun dan bertaobat daro kesalahannya
- Jika kesalahan yang sama diulangi, kita harus mengeryitkan dahi sebagai hukuman maknai dengan komunikasi non verbal kita mengungkapkan ketidak sukaan kita terhadap kesalahannya yang di ulangin hingga anak minta maaf
- Jika kesalahan yang sama diulangi untuk yang ketiga kalinya, kita dapat menghukumnya dengan cara tidak memperdulikanya, memotong uang jajanya, atau melarangya bermain .
- Jika hukuman sengan membiarkan, memotong uang jajanya, atau melarangnya bermain tidak mempan, anak wajib di pukul dengan pukulan yang tidak terlalu keras dan dengan tujuan untuk mendidika dan tidak lebih dari sepuluh kali
- Jika anak terus saja melakukan kesalahan yang sama, kita dapa memberi hukuman dengan pengurangan jatah makan
- Untuk pembinaan yang efektif, sebaiknya hukuman yang di berikan berfariasi sesuai dengan karakter kesalahanya, bisa keras, bisa juga lembut. Yang perlu di ingat pula, seluruh anggota keluarga harus memiliki jenis hukuman yang sama artinya bila ayah bersikap keras, ibu tidak boleh terlalu lunak atau ttidak mau tahu dengan urusan hukuman anaknya. Hal seperti ini bermanfaat agar anak terhindar dari keadan yang tidak jelas.
- Seperti telah dikatakan, tujuan hukuman melalui pukulan adalah untuk mendidik dan untuk kebaikan anak, bukan untuk menyiksa atau balas dendam. Olehkarenanya seorang ayah yang akan memuluk anaknya, dia harus faham bahwa yang dia hadapi adalah anak kecil bukan orang dewasa sehimgga kadar pukulannyapun di sesuaikan dengan kondisi anak. Alat pukul yang di gunakanpun tidak boleh berakibat fatal dan dapat mencederai anak. Seorang ibupun tidak boleh memarahi putrinya dengan menjambak rambut.
Hukuman adalah cara terakhir dalam menyikapi setiap kesalahan anak, hukuman bukan bertujuan memberikan tekanan pada anak, namun memberikan pemahaman pada anak bahwa apa yang dilukanya tidak baik untuk dirinya. Untuk itu alngkah baiknya kita untuk memberikan pemahaman dan pengertian akan apa yang di lakuknya, mengenalkan yang baik dan yang buruk, karena Kesalahan yang dilakukan anak biasanya terjadi karena kurangnya pemahaman bahwa apa yang di lakukanya berdampak buruk bagi dirinya atau bertentangan dengan norma sosial.
Oleh karenanya orang tua hendaklah tak hentinya memberikan pemahaman pada anak sebagai bekal kelak di hari yang akan datang. Adapun jika anak melakukan kesalahan islam telah mengajarkan tahap demi tahap dalam memberikan hukuman, dari yang ringan hingga yang berat yang di dasari kasih sayang dan di tujukan untuk mendidik. Namun tidak bijak bagi kita orang tua hanya membrikan hukuman pada saat anak melakukan kesalahan. Alangkah baiknya juga membrikan riward ( hadiah )

